Kediri - LDII Kota Kediri menggelar Seminar Lingkungan Hidup diikuti ratusan santri Pondok Pesantren Wali Barokah dan menghadirkan pemateri dari DLHKP Kota Kediri dan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) bertempat di Gedung DMC lantai 5 Ponpes Wali Barokah, Sabtu (27/12/2025) pukul 08.30 WIB.
Ketua DPD LDII Kota Kediri, H.Agung Riyanto menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyebutkan bahwa seminar lingkungan hidup merupakan bagian dari rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) ke-7 DPD LDII Kota Kediri yang telah dilaksanakan pada 17 Desember 2025 lalu.

“Tema penghijauan dan pelestarian lingkungan menjadi bagian penting dari agenda Musda. Sebagai khalifah di bumi, kita memiliki kewajiban menjaga dan merawat lingkungan, ” ujar Agung.
|
Baca juga:
Puluhan Kayu Ilegal Diamankan di Tanah Laut
|
Agung juga mengungkapkan bahwa dalam Musda tersebut, DPD LDII Kota Kediri menerima karangan bunga dalam bentuk tanaman hias dan pohon dari berbagai pihak. Sebanyak sekitar 30 tanaman kemudian diserahkan kepada Pondok Pesantren Wali Barokah untuk mendukung program penghijauan.
Selain itu, Ponpes Wali Barokah juga baru saja menerima penghargaan Eco Pesantren tingkat Pratama Provinsi Jawa Timur, yang semakin menguatkan komitmen pondok dalam pengelolaan lingkungan hidup berbasis pesantren.
Melalui seminar ini, Agung berharap para santri dapat memahami konsep Eco Pesantren secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan sampah, penghematan air dan energi, hingga penghijauan yang berkelanjutan.
“Tujuan akhirnya adalah membentuk generasi yang beriman, berkarakter, dan peduli terhadap lingkungan, sekaligus menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, ” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Pengawas Lingkungan Hidup DLHKP Kota Kediri Ridwan Salimin, menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan materi terkait eko-pesantren dan Program Kampung Iklim (ProKlim). Ia berharap capaian Eco Pesantren tingkat Pratama yang diraih Pondok Wali Barokah dapat ditingkatkan ke tingkat Madya.
“Kami juga berharap ke depan LDII Kota Kediri dapat mengembangkan kawasan ProKlim, baik di lingkungan pondok pesantren maupun di lingkungan masyarakat sekitar, ” jelas Ridwan.
Pemateri dari Fakultas Kehutanan UGM, Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., menyampaikan bahwa ini merupakan tahun kedua pendampingan UGM di Pondok Wali Barokah. Ia menargetkan pengembangan Eco Pesantren ke tingkat lanjutan, termasuk menjadikan Wali Barokah sebagai Sekolah Adiwiyata serta pengembangan ProKlim di sekitar pondok.
Menurutnya, LDII memiliki keunggulan tersendiri dalam pelestarian lingkungan, yakni adanya peran kuat kiai dan santri. “Kiai dan santri menjadi pilar penting dalam keberhasilan program lingkungan, karena memiliki pengaruh besar dan dukungan berkelanjutan, ” ungkapnya.
Hal yang sama diungkapkan Ketua Pondok Pesantren Wali Barokah, H. Sunarto, menyambut baik kegiatan seminar tersebut. Ia menilai sinergi antara pondok pesantren, DPD LDII, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi menjadi kunci keberhasilan dalam membangun kesadaran lingkungan.
“Kami berharap pengembangan ProKlim tidak hanya dirasakan di lingkungan pesantren, tetapi juga oleh masyarakat sekitar. Dengan berkoordinasi bersama perangkat kelurahan, RT, dan RW, insya Allah program ini dapat berjalan lebih luas dan berkelanjutan, ” pungkasnya.

Updates.