Gus An'im Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PKB Gandeng UIN Tulungagung Gelar Ngobrol Pendidikan Islam

    Gus An'im Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PKB Gandeng UIN Tulungagung Gelar Ngobrol Pendidikan Islam
    Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PKB KH.An'im Falachuddin Mahrus,M.Pd. (Gus An'im)

    Kediri - Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PKB KH.An'im Falachuddin Mahrus, M.Pd. (Gus An'im) bekerjasama dengan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menggelar Ngobrol Pendidikan Islam atau Ngopi berlangsung di Hotel Bukit Daun Semen Kabupaten Kediri, Sabtu (20/12/2025) pukul 13.30 WIB.

    Agenda seminar Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) bersama Gus An'im dengan mengusung tema 'Optimalisasi Potensi Kelembagaan dan Kesiswaan Dalam Menghadapi Tantangan Zaman.'

    KH.An'im Falachuddin Mahrus Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PKB menyampaikan upaya optimalisasi kelembagaan madrasah dan kesiswaan agar tetap eksis di tengah-tengah perkembangan zaman. 

    Syarat-syarat yang harus dilakukan agar bisa tetap eksis dalam mengelola kelembagaan dan kesiswaan di madrasah. Diantaranya,

    1.Manajerial, dimana sosok pemimpin yang memiliki ilmu dan kebijakan-kebijakan yang akan diterapkan bijaksana.

    Prestasi madrasah-madrasah yang dikelola oleh Kementerian Agama ini sudah berkiprah di tingkat Nasional maupun tingkat Internasional. 

    Seperti, MAN Islam Cendikia banyak prestasi dan meraih penghargaan siswa-siswanya dan sering mengikuti kompetisi baik tingkat Nasional dan Internasional. Hal ini membuktikan bahwa siswa-siswanya didik dengan baik dan banyak dari alumni MAN Islam Cendikia yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri favorit baik di Indonesia maupun di luar negeri.

    2.Kaderisasi ini betul-betul bisa menyiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh perkembangan zaman ini sangat penting sekali.

    3.Di era zaman modern ini yang dibutuhkan orang yang memiliki keahlian khusus dan dilakukan secara profesionalisme di bidangnya masing-masing betul-betul dipersiapkan.

    Ditegaskan Gus An'im bahwa di era digital ini kondisi kegiatan belajar mengajar yang harus dipahami antara guru pendidik dan murid harus saling menghormati dan menghargai.

    Gus An'im juga mengingatkan kepada kedua belah pihak ketika terjadi guru melakukan kekerasan kepada murid, sebaiknya jangan langsung di laporkan ke Kepolisian.

    Menurutnya pihak guru dan murid harus saling introspeksi, karena dalam kegiatan belajar mengajar jangan sampai ada unsur kekerasan ini zaman dulu pukulan mendidik. Kalau ada murid melaporkan gurunya kepada Kepolisian juga tidak baik sekali. 

    "Jadi jangan melihat sisi kekurangan guru, tapi bagaiman jasa seorang guru dalam mendidik anak kita itu yang harus ditonjolkan, " ungkapnya.

    Gus An'im juga menambahkan semoga dalam kegiatan Ngopi ini apa yang disampaikan oleh narasumber bisa menjadi tambahan ilmu dan membawa manfaat dan keberkahan bagi peserta yang hadir.

    kediri
    Prijo Atmodjo

    Prijo Atmodjo

    Artikel Sebelumnya

    Kodim 0809 Kediri Bawa Desa Canggu Badas...

    Artikel Berikutnya

    KAI Daop 7 Madiun Catat 85.946 Penumpang...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Wamenhan RI Tinjau Kesiapan Pembangunan Infrastruktur Strategis TNI AU di Lanud Sultan Hasanuddin
    Tekan Kecelakaan KAI Daop 7 Madiun Lakukan Sosialisasi Keselamatan Perlintasan Sepanjang 2025
    KPK Dalami Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji,  Aizzudin Abdurrahman Diperiksa
    Pemkab Kediri Dorong Kontraktor Percepat Pengerjaan Pasar Ngadiluwih
    Momen Haru, Dankodaeral X Makan Satu Piring Berdua Dengan Siswa TK Hangtuah Jayapura

    Ikuti Kami