Peringati Hari Ibu ke 97 Tahun 2025 Pemkab Kediri Lewat DP2KBP3A Kabupaten Kediri Gelar Resepsi dan Ngunduh Mantu

    Peringati Hari Ibu ke 97 Tahun 2025 Pemkab Kediri Lewat DP2KBP3A Kabupaten Kediri Gelar Resepsi dan Ngunduh Mantu

    Kediri - Puncak Peringatan Hari Ibu ke-97 tahun 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui DP2KBP3A Kabupaten Kediri menggelar resepsi dan ngunduh mantu berlangsung di Convention Hall SLG Kabupaten Kediri, Senen (22/12/2025) pukul 09.00 WIB. Diikuti sejumlah 44 pasangan pengantin yang sudah mencatatkan perkawinan dan pengantin baru, mulai usia 20 tahun sampai 80 tahun.

    Pemkab Kediri melalui kegiatan ini berharap bisa membantu seluruh masyarakat untuk mempunyai kepastian hukum perkawinan yang sangat diperlukan dalam pembangunan keluarga. Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 dengan mengusung tema ' Perempuan Peduli Masyarakat Harmoni'.

    Rangkaian kegiatan Hari Ibu Tahun 2025, Diantaranya, Kampanye Tanpa Kekerasan, Sidang Isbath Massal, Pencatatan Perkawinan di Kantor Dukcapil, Nikah Massal di KUA Kecamatan, Nonton Bareng Bersama Gabungan Organisasi Wanita, Talk Show Perempuan Kepala Keluarga Inspiratif.

    Puncak Peringatan Hari Ibu yang dikemas dalam bentuk resepsi dan ngunduh mantu secara simbolis dari perwakilan pasangan pengantin menerima dokumen perkawinan dari Ketua Tim PKK Kabupaten Kediri Eriani Anisa Hanindhito.

    Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam sambutannya dibacakan Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Anisa Hanindhito menyampaikan acara Kediri Ngunduh Mantu ini cara yang paling tepat untuk memperingati Hari Ibu, bukan sekedar dengan seremoni tetapi dengan langkah nyata yang memuliakan perempuan dan menguatkan keluarga.

    "Pemerintah memberi nama Kediri Ngunduh Mantu yang memiliki arti tentang penerimaan penyatuan serta restu dan penguatan ikatan keluarga, " ucapnya.

    Lanjut Mbak Cicha bahwa hal yang terpenting pernikahan yang sudah secara agama dan memiliki kekuatan dan kepastian hukum negara.

    "Saya yakin banyak pasangan disini bukan karena ingin memilih jalan menikah siri. Karena nikah siri sekarang bukan zamannya. Negara hadir membantu masa depan masyarakat yang nikah siri. Karena dampaknya nikah siri dirasakan anak-anak kesulitan mengurus akte kelahiran dan kendala masuk sekolah atau terhambat masalah administrasi, " ujarnya.

    Ditegaskan Mbak Cicha hal ini tidak boleh terjadi masyarakat yang kurang mampu harus dibantu, melalui program Kediri Ngunduh Mantu, pemerintah kabupaten Kediri memberikan kepastian hukum terutama bagi perempuan dan anak. 

    "Dokumen administrasi kependudukan baru langsung diterbitkan sebagai bentuk pelayanan yang cepat tertib dan berpihak, " tegasnya.

    Mbak Cicha berpesan agar perempuan di Kabupaten Kediri jangan mau kalau ada pria ingin mengajak nikah siri. "Kaum perempuan di zaman sekarang ini harus cerdas, " ungkapnya.

    "Semoga seluruh pengantin yang berbahagia disini dimuliakan perannya dikuatkan langkahnya dan anak-anak tumbuh mendapatkan masa depan lebih pasti terlindungi dan lebih sukses bisa mengangkat derajat keluarga semuanya, " tutup Mbak Cicha.

    Sementara, Dr. dr. Nurwulan Andadari, MMRS, selaku Kepala DP2KBP3A Kabupaten Kediri menyampaikan bahwa kegiatan ngunduh mantu ini merupakan inisiasi dari Mbak Cicha dan Mas Bupati, karena masih ada sebagian masyarakat yang perkawinannya belum tercatat secara sah oleh negara. 

    "Sehingga dengan kegiatan ini masyarakat dari keluarga yang kurang mampu bisa mendapatkan kepastian hukum dari status perkawinan yang berdampak pada keluarga, " ucap Andadari.

    Menurut Andadari dari 44 pasangan pernikahan isbath usianya beragam sekali. Ada usia 30 tahun hingga 40 tahun, bahkan ada yang usai 80 tahun. Mereka yang usia perkawinan sudah lama, tetapi belum tercatat oleh negara.

    "Sehingga, di momen peringatan Hari Ibu tahun 2025 ini, perkawinan mereka sudah bisa tercatat perkawinan yang sah, " ujarnya.

    Dari 44 pasangan perkawinan. Dijelaskan Andadari ada 16 pasangan sudah isbath, ada 7 pasangan non muslim tinggal mencatatkan dan sisanya pasangan baru. 

    "Dikarenakan, syarat yang dibutuhkan dalam perkawinan isbath cukup padat. Syarat dan ketentuan harus benar-benar dilengkapi dan ditaati, " ujarnya.

    Kepala DP2KBP3A juga menambahkan untuk syarat pernikahan usia harus di atas 19 tahun, status perkawinan dari pasangan sebelumnya banyak yang nikah siri dan cerainya baru dua tahun, sehingga tidak bisa mengikuti isbath. 

    "Program ngunduh mantu ini dari 44 pasangan perkawinan ini pemerintah daerah memberikan fasilitas pembiayaan Isbath gratis, proses di KUA serta dokumen kependudukannya yang cepat, " imbuhnya.

    "Mas Dhito berharap nikah siri sudah bukan zamannya lagi, supaya tidak ada lagi perkawinan yang tidak tercatat, " harapnya.

    Andari juga menyampaikan terima kasih kepada Mas Bupati dan Mbak Cicha untuk supportnya dalam kegiatan ini, juga Kepala Pengadilan Agama, Kemenag, Baznas, Bank Jatim, Persatuan Perias dan seluruh organisasi wanita dan perangkat desa yang membantu tercapainya dan kelancaran kegiatan ini.

    "Selamat Hari Ibu untuk kita semua, " tutup Andadari.

    Hadir Sekda M.Solikin, Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Anisa Hanindhito, Kepala DP2KBP3A Kabupaten Kediri, Dewi Mariya Ulfa (Ketua GOW), Kajari Kabupaten Kediri Ismaya Hera Wardanie, Ketua Pengadilan Agama, Dispendukcapil, Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Kediri, Ketua Organisasi Perempuan, Ketua GOW, Ketua TP PKK Desa dan para pengantin.

    kediri
    Prijo Atmodjo

    Prijo Atmodjo

    Artikel Sebelumnya

    Sambut Hangat Pelanggan KAI Daop 7 Madiun...

    Artikel Berikutnya

    KAI Daop 7 Madiun Tegaskan Tiket KA Masih...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Wamenhan RI Tinjau Kesiapan Pembangunan Infrastruktur Strategis TNI AU di Lanud Sultan Hasanuddin
    Tekan Kecelakaan KAI Daop 7 Madiun Lakukan Sosialisasi Keselamatan Perlintasan Sepanjang 2025
    KPK Dalami Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji,  Aizzudin Abdurrahman Diperiksa
    Pemkab Kediri Dorong Kontraktor Percepat Pengerjaan Pasar Ngadiluwih
    Momen Haru, Dankodaeral X Makan Satu Piring Berdua Dengan Siswa TK Hangtuah Jayapura

    Ikuti Kami