Gadget Berlebih Ancaman Stunting dan Bicara Anak, Kader Srikandi Biru Dimobilisasi

    Gadget Berlebih Ancaman Stunting dan Bicara Anak, Kader Srikandi Biru Dimobilisasi

    KEDIRI - Kecemasan mendalam terpancar dari Ketua TP PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, saat menyoroti fenomena penggunaan gadget yang kian mengkhawatirkan pada anak-anak dan balita. Ia mengungkapkan keprihatinan ini dalam acara peningkatan kapasitas Kader Srikandi Biru yang digelar di Pendopo Panjalu Jayati pada Rabu pagi, 8 April 2026.

    Mbak Cicha, begitu ia akrab disapa, tak henti-hentinya mengingatkan para kader Srikandi Biru untuk mengabdikan diri lebih dekat dengan masyarakat. Tugas mereka sangat mulia, mulai dari mendampingi ibu hamil hingga memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal. Salah satu fokus utama yang ditekankan adalah pemantauan ketat terhadap penggunaan gadget pada anak.

    Menurut Mbak Cicha, ironisnya, masih banyak orang tua yang justru memberikan keleluasaan berlebih kepada anak dalam menggunakan gawai. Padahal, ancaman terhadap tumbuh kembang anak sudah di depan mata. “Fenomena anak yang terlalu sering diasuh oleh handphone, salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah bisa menyebabkan keterlambatan berbicara, ” terang Mbak Cicha.

    Bukan hanya persoalan gadget, Mbak Cicha juga menyerukan sinergi erat antara tenaga kesehatan dan Kader Srikandi Biru. Kolaborasi ini krusial untuk memberantas berbagai permasalahan krusial terkait ibu dan anak, seperti Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan stunting. Ia meyakini, penanganan serius terhadap ketiga isu ini akan menjadi kunci utama peningkatan kualitas hidup ibu dan anak di Kabupaten Kediri.

    Data yang dipaparkan menunjukkan upaya keras yang telah dilakukan. AKI di Kabupaten Kediri tercatat stabil di angka 11 kasus pada tahun 2024 dan 2025. Namun, memasuki awal tahun 2026 hingga April, angka kematian ibu telah mencapai 3 kasus. Sementara itu, AKB menunjukkan angka yang mengkhawatirkan, dengan total kasus mencapai 62 pada tahun 2024, 62 pada tahun 2025, dan 12 kasus hingga April 2026.

    Di sisi lain, kabar baik datang dari perjuangan menekan angka stunting. Prevalensi stunting menunjukkan penurunan yang signifikan, dari 8, 4 persen pada tahun 2024 menjadi 7, 65 persen hingga April 2026. Meskipun telah berada di angka satu digit, Mbak Cicha optimis angka ini masih bisa terus membaik.

    “Mendekatkan diri kepada masyarakat, lebih sabar dalam mengedukasi, dan lebih peka terhadap kondisi di sekitar kita, ” jelas Mbak Cicha, menekankan pentingnya peran aktif dan dedikasi Kader Srikandi Biru dalam mendampingi masyarakat mencapai kesehatan yang lebih baik.

    Kader Srikandi Biru sendiri merupakan wujud nyata kerjasama antara TP PKK Kabupaten Kediri dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, yang memiliki mandat untuk menyentuh hingga tingkat keluarga, memastikan setiap rumah tangga mendapatkan perhatian dan pendampingan yang dibutuhkan.(adv/PKP)

    kesehatan anak stunting gadget edukasi pemberdayaan masyarakat kesehatan ibu
    Prijo Atmodjo

    Prijo Atmodjo

    Artikel Sebelumnya

    Disparbud Kediri Pindah ke Museum Sri Aji...

    Artikel Berikutnya

    KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Keselamatan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Kasetum TNI Buka Rakornisset, Dorong Inovasi dan Efisiensi Kesekretariatan TNI
    Panglima TNI Dampingi Menhan RI Tinjau Penertiban Lahan Tambang  di Kalteng
    Tiga Bupati Bersatu Atasi Kemacetan Maut Simpang Mengkreng
    KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Keselamatan dengan Penggantian Bantalan Rel
    Gadget Berlebih Ancaman Stunting dan Bicara Anak, Kader Srikandi Biru Dimobilisasi

    Ikuti Kami